Aisyah Istri Rasulullah : Dari Kontroversi Lirik Lagu hingga Isu Lawas Pelanggaran Hak Cipta

Sumber gambar: Youtube Syiar Nada

Oleh: Justitia Maulida

Tahun 2020 tampaknya menjadi masa kejayaan lagu Aisyah Istri Rasulullah di belantika musik Indonesia. Lagu yang dirilis pada tahun 2017 ini berhasil menarik antusiasme pecinta Youtube tanah air bahkan mancanegara setelah dilantunkan kembali oleh Syakir Daulay, penyanyi religi yang dikenal melalui sinetron Anak Masjid (2017). Syakir Daulay adalah satu dari sederet nama-nama youtuber yang terbilang sukses membawakan kembali lagu ini dan mendulang puluhan juta views.

Lagu Aisyah Istri Rasulullah merupakan lagu gubahan Angah Razif, salah satu personel Projector Band asal Negeri Jiran yang mengawali debut pada tahun 2013. Aisyah  (Satu Dua Tiga Cinta Kamu) adalah judul asli lagu Aisyah Istri Rasulullah sebelum liriknya diadaptasi oleh Hasbi Bin Haji Muh. Ali atau Mr. Bie di kanal youtube-nya, Vitaminbie.

Meskipun berada di tangga lagu teratas saat ini, terdapat perdebatan pendapat di kalangan para ulama terkait lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah. Salah satu ulama yang sempat viral dan menempati posisi ke-7 trending Youtube, Buya Yahya, berpendapat bahwa beberapa bagian lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah kurang tepat untuk menggambarkan sosok Aisyah r.a. Menurutnya, penyebutan ciri-ciri fisik (jasad) istri nabi dinilai kurang beradab karena dikhawatirkan akan menimbulan pikiran yang ‘kurang pantas’ bagi pendengarnya. Beliau juga menyarankan agar lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah dibenahi dan diganti dengan sifat-sifat keteladanan dari Aisyah r.a. Pendapat serupa juga disampaikan Ustadz Abdul Somad terkait bagian lirik yang merujuk pada sifat jasad Aisyah r.a. Di samping itu, ia memberikan motivasi kepada insan seni untuk terus berkarya dan mengenalkan suri teladan lain melalui lagu-lagu bernuansa keislaman.

Jika ditelisik kembali, lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah memang mewakili bahasa masyarakat millennial saat ini. Pada lirik “Sungguh sweet Nabi mencintamu”, terdapat penggunaan kosakata bahasa Inggris yaitu sweet untuk merepresentasikan betapa manisnya interaksi Nabi Muhammad dengan Aisyah r.a. Istilah sweet memang sering digunakan oleh kaum milenial untuk mengungkapkan hubungan romantis pasangan kekasih atau yang sudah berumah tangga.

Kontroversi lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah tidak lantas memadamkan popularitas dan anomali penikmat lagu ini. Justru, youtuber-youtuber peng-cover lagu AIR kembali bermunculan setelah melakukan “pembenahan” liriknya sebagaimana saran Buya Yahya. Terlepas dari hal-hal tersebut, tidak dapat dinafikan bahwa lagu Aisyah Istri Rasulullah mengandung pembelajaran sikap-sikap teladan Bunda Aisyah r.a. dan keharmonisan rumah tangga Rasulullah.

Sebagai salah satu produk komunikasi massa, lagu memang menjadi media yang cukup efektif untuk menyampaikan pesan, ideologi, dan kepercayaan tertentu. Tak heran, lagu Aisyah Istri Rasulullah dan Deen Assalam mampu menarik minat masyarakat dengan menonjilkan nilai-nilai keIslaman dan kisah teladan nabi kepada generasi muda. Kedua lagu tersebut menjadi viral setelah diaransemen ulang dan video cover-nya diunggah di platform Youtube.

Pernyataan di atas didukung dengan pendapat Yuliarti (2015:193) bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam lagu akan semakin signifikan memberikan dampak bagi masyarakat jika menggunakan media televisi dan internet. Berdasarkan studi pesan lagu Surti Tejo yang dilakukan Kurniasari dan analisis isi oleh Hobbs, Gallup, dan Gordon terhadap 174 lirik lagu dari tiga  tangga lagu Billboard (countrypop, dan R&B), Yuliarti (2015:192) menyebutkan adanya temuan yang menunjukkan bahwa lirik/teks lagu mengandung pesan tertentu yang nantinya dikonsumsi oleh khalayak. Pesan-pesan tertentu tersebut akan menjadi bahan pembelajaran bagi khalayak yang selanjutnya akan diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Di balik kesuksesan para peng-cover lagu Aisyah Istri Rasulullah, nada kekecewaan diungkapkan oleh penyanyi asli lagu ini kepada Anji dalam interview singkatnya akun youtube Dunia Manji. Menurut keterangan Angah Razif, pencipta lagu Aisyah (Satu Dua Tiga Cinta Kamu), para peng-cover lagu AIR kerap luput meminta izin padanya sebagai penulis lagu sekaligus penyanyi asli lagu AIR (mewakili pihak Projector Band) sebelum mempublikasikan hasil cover mereka di youtube. Etika cover meng-cover lagu memang sudah menjadi pembahasan lawas yang nyaris tidak dapat dihindari lagi di dunia tarik suara. Meski kerap disinggung, nampaknya tidak semua orang paham perkara tersebut.

Menurut Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Hak cipta terdiri dari hak moral dan hak ekonomi si pencipta lagu. Berdasarkan pernyataan tersebut, sudah seyogyanya seniman cover lagu meminta izin terlebih dahulu kepada pencipta lagu atau pemegang hak cipta lagu tersebut sebelum mengunggah video cover mereka di kanal Youtube.

Lalu, bagaimana dengan adaptasi lirik dan perubahan judul lagu Aisyah (Satu Dua Tiga Cinta Kamu)? Angah Razif mengungkapkan bahwa sebelumnya ia tidak pernah dihubungi oleh Mr. Bie terkait perubahan judul lagu AIR dan perubahan liriknya. Namun, setelah lagu ini mendadak viral dan merajai posisi trending youtube di Indonesia, Mr. Bie lantas segera menghubungi pihak manajemen Projector Band untuk meminta izin terkait adaptasi dan perubahan lirik lagu band asal Malaysia itu meskipun ia telah lama mengunggah hasil cover-nya di kanal youtube Vitaminbie. Hal ini juga diatur dalam Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Di dalamnya disebutkan bahwa pencipta berhak mempertahankan haknya dalam hal terjadi distorsi ciptaan, modifikasi ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan diri atau reputasinya.

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer